Home         Contact Us         Sitemap

 

Khemoterapi

Pusat pelayanan kemoterapi dosis tinggi
Merancang, memberikan dan melakukan penyediaan kemoterapi sitostatika pada penyakit keganasan (misalnya leukemia, limfoma malignum, meoloma multiple).
Bekerjasama dengan disiplin/sub-bagian terkait dalam mengelolaan medic penyakit kanker padat/non hematoogik, baik secara konsultatif maupun tim/rawat bersama.
 

Apa itu?
Obat kemoterpi sitostika adalah obat yang dapat memperlambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan sel yang cepat pertumbuhannya seperti sel kanker. Obat ini juga dapat mempengaruhi sel sehat yang pertumbuhannya sama seperti sel kanker, misalnya sel rambut, sel saluran cerna, kelenjar repdoduksi, dan sel sumsum tulang.

Apa kegunaannya?
Sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan kombinasi dengan operasi atau radioterapi

Apa tujuan kemoterapi?
Kemoterapi dapat menghancurkan semua sel kanker, namun tidak untuk semua jenis kanker. Jika penyembuhan tidak memungkinkan, kemoterapi dapat diberikan sebagai pengontrol atau untuk mengurangi gejala dan meningktkan kualitas hidup penderita kanker.

Bagaimana cara penggunaannya?
Kebanyakan obat kemoterapi sitostatika diberikan melalui intravena (dimasukkan melalui pembuluh darah). Cara lainnya dapat berupa tablet yang dimakan, dimasukkan ke dalam kandung kecing, sistem saraf pusat, atau ke paru, tergantung dari jenis kankernya.

Dosis pemberian obat kemoterapi?
Dosis tergantung dari luas badan pasien yang dihitung berdasarkan rumus tertentu yang melibatkan berat badan dan tinggi badan pasien.

Apa efek sampingnya?
Efek samping obat kemoterapi tergantung dari jenis obat yang diberikan. Secara umum efek samping yang sering terjadi adalah:

• Mual, muntah, nyeri perut
• Rambut rontok. Rambut dapat tumbuh kembali setelah kemoterapi.
• Lelah dan lemah

Perhatian khusus:
• Beritahu dokter jika anda mempunyai riwayat alergi dan konsumsi obat-obat tertentu agar tidak terjadi interaksi dengan obat kemoterapi.
• Obat kemoterapi dapat mempengaruhi sel sehat seperti sel di sumsum tulang yang memproduksi sel darah merah (untuk membawa oksigen dan makanan), sel darah putih (untuk melawan infeksi) dan trombosit (pembekuan darah). Sehingga obat kemoterapi dapat menekan jumlah produksi sel tersebut dan menyebabkan anemia, risiko terjadi infeksi, dan risiko terjadi memar-memar dan pendarahan
• Obat kemoterapi dapat menyebabkan cacat janin jika digunakan baik oleh wanita atau pria, sehingga pastikan menggunakan kontrasepsi selama mendapat obat kemoterapi
• Kemoterapi dapat membuat anda rentan terkena infeksi, sehingga beritahukan dokter anda jika anda kontak dengan penderita cacar air dan minta nasihat mengenai vaksin.
• Jika anda ingin mendapat vaksin, diskusikan dengan dokter anda jenis vaksin yang boleh diterim. Anda tidak boleh mendapat vaksin hidup.
• Selama anda mendapat kemoterapi, hindari alkohol.

Klinik Thalassemia Dewasa
Gedung IRJ lantai 2.
Poliklinik Penyakit Dalam Divisi Hematologi Onkologi Medik
Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta Pusat 10430
Tel. : 021-3918301 ext 4100

     
Copyright 2009