Home         Contact Us         Sitemap

 

AKHIRNNYA DOKTER INDONESIA BISA TERSENYUM
Senin, 10 Februari, 2014

Info ini  saya terima beberpa waktu  yang lalu:
"Alhamdullilah.  Hasil  PK  MA,  dr  Ayu  dkk  dibebaskan.  Segalakeputusan hakim Artijo Alkotsar Cs, dibatalkan demi hukum. Hak2 drAyu  cs  dipulihkan,  karena  tidak  terbukti  ada  kesalahan  ataukelalaian spt yg disampaikan oleh Artijo Cs. Kasus dr Ayu diputuskansbg  Lex  Specialis,  bukan  Lex  Generalis,  sehingga  tidak  bisadikenakan KUHP spt yg digunakan Artijo, cs, tetapi berdasarkan UUKesehatan 36 thn 2009"

Info ini beredar luas dikalangan dokter dan para dokter berkomentarpositif  akan  info  ini.  Walau  kita  tahu  sebenarnya  mereka  jugasebentar lagi bebas karena masa tahanan yang akan habis. Tetapiyang penting adalah putusan Peninjauan Kembali  Mahkamah Agung(PK MA) yang membatalkan putusan Hakim Artijo. Putusan PK MA inimembuat kami para dokter yang akhirnya berkesimpulan ternyataada juga hakim MA yang mengetahui bagaimana kami, para dokterbekerja.  Sehingga  melihat  bahwa  Dr.Ayu  dkk  tidak  bersalah.  Efek  samping  atau  komplikasi  dalam  melakukan  pelayanankedokteran  adalah  sesuatu  yang  bisa  terjadi  dan  beberapa buktiklinis  juga  bisa  memprediksi  berapa  persen  efek  samping  ataukomplikasi itu terjadi. Saya ambil contoh tindakan dibidang penyakitlambung  dan  pencernaan.  Pemotongan  polip  usus  bisamenyebabkan  perdarahan  pada  10  persen  kasus  dan  kebocoranusus  dapat  terjadi  pada  0.3  persen  kasus.  Kematian  bisa  terjadipada 10  % kasus  yang  masuk  ke  RS karena perdarahan salurancerna.

Dokter  dalam  bekerja  selalu  berusaha  melakukan  terbaik  bagipasiennya. Sumpah dokter jelas2 menyatakan hal tersebut.  Dokterjuga   berusaha  menyampaikan  informasi  kepada  pasien  akandampak  dan  efek  samping  atas  tindakan  yang  dilakukan.  Tetapikadang kala dalam keadaan emergensi informasi ini bisa saja tidaklengkap disampaikan karena saat kondisi emergensi orientasi dokteradalah menyelamatkan nyawa pasien. Kasus Dr. Ayu dkk, yang ditahan karena komplikasi akibat tindakanyang  dilakukan  telah  menjadi  yurisprudensi  bahwa efek  sampingdan komplikasi  yang timbul  dari  tindakan dokter   yang dilakukandalam menyelamatkan pasien dapat dituntut secara hukum. Kondisiinilah  yang  menimbulkan  keprihatinan  dokter  sampai  melakukanAksi Keprihatinan yang dilakukan secara serentak hampir diseluruhIndonesia   pada  tanggal  27  November  2013  yang  berlangsung damai,  untuk  menunjukkan  keprihatinan  atas  penahanan  Dr.Ayudkk. Akhirnya putusan MA  membebaskan Dr.Ayu dkk dan menyatakanbahwa mereka tidak bersalah. Berita ini  sungguh menyejukkan buatkami  para  dokter.  Hal  ini  mudah2an  akan  mengembalikankepercayaan  dokter  untuk  bekerja  dengan  sebaik-baiknya  tanpadibayang-bayangi  rasa  takut  masuk  penjara  jika  terjadi  efeksamping atau komplikasi atas tindakan yang dilakukan. Untuk  Dr. Ayu  dkk  mudah2an  cepat  pulih  baik  fisik  maupunmentalnya  setelah  sekian  bulan  di  penjara  berpisah  dengankeluarga  dan  tidak  melakukan  profesi  mulianya  sebagai  dokter,untuk  kembali  bekerja  menjalankan  profesinya  sebagai  dokterspesialis kandungan dan kebidanan.

Selamat  kembali  bekerja  sejawatku  Dr.  Ayu  Sasiary  Prawani,  DrHendry  Simanjuntak  dan  Dr.  Hendy  Siagian.  Tenaga,  pikiran  dankeahlian sejawat sekalian sungguh sangat dinanti masyarakat.

Salam,
Dr.Ari Fahrial Syam
Ketua PAPDI JAYA
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM



Dokter Penyakit Dalam Indonesia tetap meramaikan Pekanbaru walau dihantui asap
Sel, 2 Jul, 2013
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT berkat ridho-Nya lah sekitar 700 dokter dari seluruh Indonesia  berkumpul di Pekan Baru mulai dari tanggal 27-29 Juni 2013 untuk mengikuti acara ...

Lepas Sambut Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Maret 2013
Rab, 22 Mei, 2013
Di penghujung bulan Maret 2013, tepatnya pada 27 Maret 2013, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM melaksanakan Lepas Sambut Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam....

AKREDITASI Sp1 PROGRAM STUDI ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA
Akreditasi ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan proses pendidikan Spesialis penyakit dalam pada fakultas kedokteran Universitas Indonesia....

     
Copyright 2009