Home         Contact Us         Sitemap

 

Transplantasi Ginjal

LAYANAN UNGGULAN TRANSPLANTASI GINJAL

Transplantasi ginjal merupakan pilihan utama terapi pengganti ginjal pada pasien gagal ginjal terminal. Luaran pasca transplantasi meliputi peningkatan kualitas hidup, penurunan faktor risiko kardiovaskular, sehingga harapan hidup pasien semakin meningkat. Di Amerika Serikat survival graft dari donor hidup dalam 1 tahun adalah sekitar 95%. Keterbatasan donor merupakan salah satu hambatan dalam pengembangan prosedur transplantasi ginjal. Hampir seluruh resipien transplantasi ginjal telah terpapar dengan dampak buruk penyakit ginjal kronik (PGK) sampai pada batas tertentu. Tim transplantasi ginjal harus mempertimbangkan dampak klinis PGK terhadap kesehatan kandidat transplantasi secara keseluruhan apabila diputuskan untuk menjalani pilihan terapi ini.
 
Upaya penyelenggaraan pelayanan transplantasi ginjal dilakukan dengan mengikuti kaidah/prinsip:
1. Dilakukan secara tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu kesehatan secara komprehensif.
2. Mengikuti Guideline Principles on Human Cell, Tissue and Organ Transplantation dari WHO:
  • Secara umum donor hidup sebaiknya secara genetik, hukum atau emosional berhubungan dengan resipien.
  • Organ harus didonasikan secara bebas, tanpa pembayaran dengan uang atau penggantian lain.
  • Klinisi dan profesi kesehatan lain tidak boleh terlibat dalam prosedur transplantasi jika organ diperoleh melalui eksploitasi atau paksaan, atau apabila donor atau keluarga donor menerima bayaran.
  • Prosedur dengan kualitas yang tinggi, aman dan efektif adalah esensial untuk donor dan resipien.  
3. Pelayanan dilakukan sesuai dengan standar profesi kedokteran.
4. Sarana, prasarana dan peralatan yang tersedia harus memenuhi standar.
5. Semua tindakan harus terdokumentasi dengan baik serta dilakukan monitoring dan evaluasi.
 
Layanan unggulan transplantasi ginjal di RSCM didukung oleh berbagai bidang ilmu yang terpadu dalam suatu tim transplantasi ginjal, yaitu:
 
Ketua : Prof. Dr. dr. Endang Susalit, SpPD-KGH
Sekretaris : dr. Maruhum Bonar H. Marbun, SpPD-KGH
Anggota
  1. Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam
  2. Departemen Urologi
  3. Departemen Anestesiologi
  4. Departemen Radiologi
  5. Departemen Patologi Anatomi
  6. Departemen Patologi Klinik
  7. Divisi Kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam
  8. Divisi Pulmonologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam
  9. Departemen Psikiatri
  10. Departemen Telinga, Hidung dan Tenggorokan
  11. Departemen Obstetri dan Ginekologi
  12. Fakultas Kedokteran Gigi
  13. Bidang Keperawatan Unit Rawat Inap
  14. Bidang Keperawatan Unit Hemodialisis
  15. Unit Hemodialisis
  16. Instalasi Gizi
  17. Instalasi farmasi
  18. Komite etik RS
Layanan transplantasi ginjal yang dilakukan di RSCM hingga saat ini masih terbatas pada transplantasi ginjal dengan donasi hidup. Pelayanan transplantasi ginjal dengan donor hidup adalah suatu layanan yang bertujuan untuk memberikan prosedur transplantasi ginjal dengan donor hidup kepada setiap penduduk yang memerlukan terapi pengganti ginjal dan yang memiliki seorang donor hidup yang bersedia untuk mendonorkan salah satu ginjalnya.
Sebelum proses transplantasi ginjal dimulai maka dilakukan berbagai persiapan menyeluruh baik terhadap calon resipien maupun calon donor. Pada resipien harus dilakukan pemeriksaan dan dipastikan bahwa tidak ada kontraindikasi atau risiko tinggi untuk menjalani transplantasi. Donor hidup juga wajib dilakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak adanya kontraindikasi maupun faktor risiko terhadap prosedur ataupun kesehatan di masa depan setelah mendonasikan ginjalnya.

 
Berikut adalah skema pengorganisasian layanan transplantasi ginjal di RSCM:

DATA PENCAPAIAN LAYANAN TRANSPLANTASI GINJAL
 
Gambar 1 menunjukkan peningkatan jumlah transplantasi ginjal dari tahun ke tahun, dimana peningkatan yang pesat ditunjukkan sejak tahun 2012. 
 
Penelitian oleh Harjito FV (2015) tentang kesintasan satu tahun resipien transplantasi ginjal di RSCM menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Penelitian ini merupakan suatu studi kohort retrospektif dengan mengambil 137 subyek yang memenuhi kriteria penelitian dan telah menjalani transplantasi ginjal di RSCM sejak Januari 2010 hingga Mei 2014. Usia resipien rata-rata 47,9 ± 13,9 tahun dan proporsi resipien dengan diabetes 35,8%. Didapatkan 7 pasien mengalami disfungsi graft primer (kegagalan transplantasi), sehingga 130 pasien diikuti untuk melihat kesintasan jangka panjang. Pada akhir tahun pertama, didapatkan angka death-censored graft survival adalah 95,4%, all-cause graft survival 85,4%, kesintasan pasien 88,5%, dan death with a functioning graft sebesar 10%. Pada akhir studi, didapatkan angka kesintasan tersebut berturut-turut adalah 94,6%, 80%, 82,3%, dan 14,6%, dengan median waktu pengamatan 24 bulan (1 – 64 bulan). Kurva Kaplan Meier menunjukkan angka mortalitas tertinggi didapatkan pada bulan-bulan awal post transplantasi. Kegagalan graft dan kematian didapatkan lebih banyak pada resipien yang berusia lebih tua, mengidap diabetes melitus, serta memiliki indeks komorbiditas yang tinggi. Penyebab kematian utama adalah infeksi (11,5%) diikuti dengan kejadian kardiovaskular (3,8%). 
 
Tabel 1. Kesintasan Graft dan Resipien 1 Tahun dan pada Akhir Studi.
 
 
 
Gambar 2. Kurva Kaplan-Meier Kesintasan Pasien pada Akhir Studi
 
Sehingga dari data diatas disimpulkan bahwa death-censored graft survival 1 tahun resipien transplantasi ginjal di Indonesia sudah sangat memuaskan. Angka death with functioning graft masih cukup tinggi, sehingga menurunkan all-cause graft survival dan kesintasan pasien 1 tahun. Walaupun demikian, secara keseluruhan hasil ini masih sebanding dengan negara-negara berkembang lainnya.

 

 

     
Copyright 2009