ALERGI – IMUNOLOGI KLINIK
Divisi Alergi dan Imunologi Klinik merupakan bagian dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM yang turut berkomitmen menjadi pusat pelayanan, pendidikan, dan penelitian di bidang Alergi dan Imunologi Klinik yang terkemuka dan berstandar Internasional.
Layanan diberikan secara holistik (memperhatikan aspek bio-psiko-sosial) serta komprehensif (pencegahan, kuratif, dan rehabilitatif). Pasien yang ditangani meliputi berbagai penyakit yang berhubungan dengan kelainan sistem imun. Selain itu, kami juga menangani pemberi vaksin pada dewasa.
Divisi Alergi & Imunologi Klinik FKUI RSCM telah diakui oleh World Allergy Organization (WAO) sebagai salah satu pusat layanan excellence sejak 2024.
- Penyakit alergi : Asma bronkial, rinitis alergi, dermatitis atopi, urtikaria, angioedema, alergi makanan, dan alergi obat. Pasien dapat datang dengan keluhan batuk kronik, sesak napas, bersin pagi hari, gatal-gatal dan ruam di kulit, serta bengkak di bibir atau di wajah.
- Penyakit autoimun/autoinflamasi (penyakit akibat sistem imun menyerang sel tubuh sendiri), contoh : Lupus eritematosus sistemik, penyakit Sjogren, sindrom antifosfolipid, vaskulitis (peradangan pembuluh darah). Pasien dapat datang dengan keluhan demam lama, bintik-bintik merah di tangan atau kaki, bercak merah di wajah bila terkena sinar matahari, luka di kaki yang tidak sembuh, pandangan mata kabur mendadak, lemas, riwayat perdarahan, kelainan sel darah, dan kelemahan kaki.
- Penyakit imunodefisiensi (penurunan sistem imun) : primer atau sekunder (HIV, malnutrisi, dll). Pasien dapat datang dengan keluhan demam lama, infeksi berulang, atau ruam-ruam/bercak-bercak merah di kulit, dan lain-lain yang berhubungan dengan sistem imun.
- Individu yang ingin mendapat imunisasi, antara lain karena akan bepergian ke luar negeri, memiliki pekerjaan berisiko (petugas kesehatan), menderita penyakit kronik (seperti jantung, paru, atau gagal ginjal), usia lanjut, perempuan usia reproduktif, atau pasangan yang ingin menikah
Fasilitas Pelayanan meliputi :
- Instalasi Pelayanan Rawat Jalan Terpadu
- Ruang Prosedur Terpadu
- Instalasi Gawat Darurat
- Instalasi Pelayanan Rawat Inap Terpadu
- Instalasi Pelayanan Eksekutif Terpadu RSCM Kencana & Poli Madya
- Rumah sakit Universitas Indonesia
Waktu Pelayanan : Senin s.d. Jumat, Jam 07.30 – 16.00.
Layanan unit rawat jalan meliputi:
A. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
– Uji faal paru (spirometri) : untuk mendiagnosis adanya kelainan dalam fungsi paru misalnya pada penyakit paru asma bronkial. Uji spirometri ini dilakukan dengan mesin yang akan menilai fungsi dari paru-paru secara langsung.
– Tes tusuk (prick test) : untuk mengetahui adanya sensitisasi terhadap suatu zat yang menyebabkan alergi. Terdapat banyak zat yang dapat menyebabkan alergi, pada poliklinik akan dinilai zat yang dapat menyebabkan alergi khususnya yang paling sering dialami oleh pasien.
– Tes tempel (patch test) : untuk mengetahui adanya reaksi hipersensitivitas tipe IV. Tes ini dapat digunakan untuk melihat adanya kecenderungan alergi yang dialami pasien.
– Uji Provokasi Obat Oral (Minum) atau Suntik : Untuk mengetahui adanya hipersensitivitas terhadap suatu obat dan pada kondisi tertentu dapat memberikan alternatif pilihan obat sebagai pengganti obat yang tidak dapat digunakan.
– Uji desensitisasi obat: Untuk mengurangi, menghambat atau menghilangkan reaksi hipersensitivitas terhadap agen tertentu yang dilakukan secara bertahap.
B. TERAPI INHALASI : Adalah terapi uap yang berisi obat-obatan hirup yang dapat digunakan pada pasien serangan asma akut.
C. LAYANAN IMUNISASI DEWASA : Adalah pelayanan untuk pasien dewasa meliputi konsultasi & pemberian vaksinasi dewasa. Pelayanan imunisasi dapat digunakan untuk perorangan maupun perusahaan yang menginginkan pegawai dan pekerjanya untuk dapat diimunisasi.
D. LAYANAN IMUNOLOGI : Adalah layanan menyangkut penyakit autoimun, ataupun imunodefisiensi yang akan dilakukan pemeriksaan dan tatalaksana yang sesuai.
– Pemberian agen biologik : Adalah pemberian obat khusus untuk penyakit autoimun/autoinflamasi secara intravena atau subkutan
– Pemberian kortikosteroid dosis tinggi : Adalah pemberian kortikosteroid dosis tinggi secara intravena dan dilakukan pemantauan secara langsung
– Uji serum autolog : Untuk mengetahui apakah terdapat reaksi autoimun pada tubuh yang menyebabkan reaksi biduran berkepanjangan
E. LAYANAN PENYAKIT ALERGI : Adalah layanan yang berkaitan dengan penyakit asma bronkial/penyakit atopi (alergi), atau penyakit alergi lainnya yang dimiliki pasien.
F. KLINIK ALERGI OBAT DAN ANAFILAKSIS : Adalah layanan yang berkaitan dengan reaksi alergi dari pemberian obat dan juga layanan dalam menghadapi keadaan syok anafilaktik.
PENDIDIKAN
Divisi Alergi-Imunologi Klinik terlibat dalam pendidikan S1 Kedokteran Umum, Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam, dan Pendidikan Profesi Dokter Spesialis-II/Konsultan.
Staf Divisi Alergi-Imunologi Klinik telah menulis beberapa buku yang dapat mendukung pendidikan di bidang ilmu penyakit dalam, seperti Imunologi Dasar, Alergi Dasar, Pedoman Imunisasi Pada Orang Dewasa, Prosedur di bidang Alergi & Imunologi Klinik, Inflamasi Kronik, Pedoman Nasional Praktik Klinis HIV.
PENELITIAN
Divisi Alergi-Imunologi Klinik melakukan berbagai penelitian yang berhubungan dengan sistem imun, meliputi penyakit alergi, autoimun, dan imunodefisiensi. Penelitian dapat berupa penelitian operasional, basic science, clinical trial, atau epidemiologi. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan ilmu dan pelayanan di bidang alergi-imunologi klinik. Divisi Alergi-Imunologi Klinik telah menghasilkan penelitian-penelitian yang dimuat dalam berbagai jurnal nasional dan internasional.
ORGANISASI
Ketua Divisi:
Dr. dr. Alvina Widhani, SpPD-KAI
Staf Medik :
Prof. Dr. dr. Heru Sundaru, SpPD, K-AI
Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, DTM&H, SpPD K-AI, FACP
Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI
dr. Teguh H. Karjadi, SpPD-KAI
Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI
Prof. Dr. dr. Evy Yunihastuti, SpPD-KAI
dr. Suzy Maria, SpPD-KAI, M.Sc
dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD-KAI
dr. Bramantya Wicaksana, SpPD
