Geriatri

PROFIL DIVISI GERIATRI

Pasien geriatri adalah pasien berusia lanjut (> 60 tahun) dengan penyakit majemuk (multipatologi) akibat gangguan fungsi jasmani dan rohani, kondisi sosial yang bermasalah.
Ciri-ciri Pasien Geriatri yaitu memiliki beberapa penyakit kronis,menurunnya daya cadangan faali, tampilan gejala penyakit tidak khas, tingkat kemandiriannya berkurang, dan sering disertai dengan masalah nutrisi.
Dengan alasan tersebut, perawatan pasien geriatri berbeda dari pasien dewasa muda. Pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan Paripurna pada Pasien Geriatri (P3G) yang bertujuan dapat mengidentifikasi dan menilai pasien geriatri untuk tatalaksana dan target terapi yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Melihat berbagai aspek yang perlu dikaji pada pasien geriatri, sangat diperlukan sebuah tim dari berbagai disiplin ilmu yang bekerja secara multidisiplin dan berorientasi pada kepentingan pasien secara menyeluruh.

SEJARAH
Perkembangan Pelayanan Tim Terpadu Geriatri RSCM
Pada tahun 1996 dibentuk Tim Terpadu Geriatri yang diketuai oleh Prof. dr. Supartondo, SpPD-KEMD, KGer sesuai SK  Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Kegiatan pelayanan berupa Poliklinik Usia Lanjut dan Diskusi Kasus Terpadu yang melibatkan beberapa Departemen lain, seperti Departemen Psikiatri, Departemen Rehabilitasi Medik, Gizi, Gigi, serta departemen terkait lainnya.

Ruang Rawat Akut Geriatri
Pada tahun 1998 dibentuk Ruang Rawat Geriatri Akut dengan kapasitas 2 tempat tidur di IRNA B lantai 6. Kemudian di tahun 1999 kapasitas tempat tidur di Ruang Rawat Akut ditingkatkan menjadi 8 tempat tidur yang terdiri dari 2 kamar masing-masing untuk pria dan wanita. Tahun 2000 kapasitas tempat tidur untuk pasien di Ruang Rawat Geriatri Akut bertambah dari 8 tempat tidur menjadi 10 tempat tidur. Pada tahun 2001 Layanan Terpadu Usia Lanjut diresmikan oleh Direktur Utama RSCM (pada waktu itu yang menjabat adalah dr. Hermansyur K., SpBD(K).
Pada tanggal 1 Juli 2005, 20 Oktober 2005 dan 27 Januari 2006 Komite Medik RSCM menyampaikan rekomendasi kepada Direktur Utama agar struktur organisasi Poliklinik Terpadu Usia Lanjut diperjelas dengan diterbitkannya Surat Keputusan Direksi.
Saat ini Ruang Rawat Akut Geriatri telah dipindahkan ke Gedung A Lantai 8 memiliki kapasitas 16 tempat tidur dalam 4 kamar, terdiri dari 2 kamar untuk pria dan 2 kamar untuk wanita. Keunikan dari Ruang Rawat Akut ini selain Tim Terpadu Geriatri inti (Penyakit Dalam Geriatri, Rehabilitasi Geriatri, Psikiatri Geriatri) berada stand by di tempat secara bersama-sama dan tidak memerlukan surat konsul satu sama lain. Di Ruang Rawat Akut Geriatri juga terdapat Ruang Fisioterapi Akut dan Ruang untuk Family Meeting serta Discharge Planning.
Ruang Rawat Akut Kronik juga dibutuhkan bagi pasien-pasien yang memerlukan perawatan panjang yang tidak bisa ditangani dengan standar ruang rawat akut.

POLIKLINIK TERPADU GERIATRI

Perjuangan untuk mendapatkan ruangan Poliklinik Geriatri pun pasang   surut. Pada tahun 1996, poliklinik geriatri dibuka sangat sederhana dengan ruangan yang sangat sempit, itupun harus berbagi ruangan antara pelayanan poliklinik dan ruangan sekretariat divisi geriatri. Kemudian diberikan tempat di depan poli jantung, hanya bertahan sekitar 1 tahun, lahan untuk poliklinik pun harus tergusur karena akan digunakan sebagai jalur hijau/ taman RSCM (sekarang digunakan sebagai UGD sementara). Setelah berjuang demi mendapatkan lahan poliklinik, akhirnya kami mendapatkan lahan sempit yaitu lorong diantara Poliklinik Kardiologi (Jantung) dan Bank Mandiri. Lorong tersebut akhirnya dipercantik menjadi Poliklinik Geriatri Terpadu yang nyaman dan multifungsi. Akan tetapi pada tahun 2007, terjadi musibah kebakaran yang menyebabkan Poliklinik harus survive dengan menumpang di Ruang Kuliah S-1 Penyakit Dalam. Dengan kesabaran para pasien poliklinik geriatri yang setia berpindah-pindah tempat, akhirnya membuahkan hasil. Atas kemurahan hati Direksi RSCM yang telah memberikan lahan di Eks Akademi Anestesi Jl. Kimia Ujung. Renovasi gedung pun dilakukan ruang – ruang kelas diubah menjadi Poliklinik Geriatri Terpadu, dan selesai pada Juli 2009.
Saat ini kegiatan pelayanan di Poliklinik Geriatri Terpadu telah diisi oleh Penyakit Dalam Geriatri, Psikiatri Geriatri, Rehabilitasi Medik Geriatri, Kulit Geriatri, Neurologi, Gigi & Mulut, serta Konsultasi Gizi. Departemen Mata, THT, dan Radiologi yang sudah komitmen untuk ikut bergabung masih menunggu ketersediaan alat dari Direksi. Pelayanan One Stop Service dalam satu atap ini sangat memudahkan pasien-pasien berusia lanjut apalagi dengan adanya petugas ASKES, outlet Farmasi, dan outlet laboratorium.
Mengingat pelayanan kesehatan pasien geriatri memerlukan continuum of care, maka peran Rumah Sakit dalam menyediakan kesinambungan pelayanan perlu ditingkatkan dengan mewujudkan day hospital (klinik asuhan siang), Ruang Rawat Kronik, dan Respite Care (tempat penitipan pasien demensia).
Day hospital/ Klinik Asuhan Siang berfungsi sebagai pelayanan peralihan pasien yang pulang dari perawatan akut hingga kembali mandiri seperti sedia kala dan mampu kontrol ke Poliklinik seperti biasa. Saat ini sedang disiapkan ruangan Day Hospital di lahan eks Akademi Anestesi yang berada di depan Poliklinik Terpadu Geriatri.
Respite Care saat ini kian dibutuhkan di Indonesia mengingat semakin meningkatnya pasien-pasien demensia yang tidak dapat ditangani oleh Panti Werdha dan tidak juga di Rumah Sakit Jiwa. Penitipan sementara pasien demensia sangat diperlukan tidak hanya bagi kesehatan si penderita tetapi terutama bagi kesehatan jiwa dan raga keluarga yang merawatnya.
Cita-cita agar RSCM menjadi Pusat Geriatri Nasional dengan seluruh fasilitas pelayanan ini diharapkan dapat terwujud dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini dikarenakan semakin mendesaknya kebutuhan pelayanan bagi rakyat Indonesia.

Kepemimpinan Divisi Geriatri
Kepala Subbagian Geriatri, Bagian Ilmu Penyakit Dalam I
Periode tahun 1996 s/d 2000 adalah Prof. DR. dr. Harry Isbagio, SpPD-KR, KGer, FINASIM

Kepala Subbagian Geriatri, Bagian Ilmu Penyakit Dalam II
Periode tahun 2000 s/d 2004 adalah Prof. dr. Lukman Hakim Makmun, SpPD-KKV, KGer, FINASIM

Kepala Subbagian Geriatri, Bagian Ilmu Penyakit Dalam III
Periode tahun 2004 s/d 2008 adalah Dr. dr. Czeresna Heriawan Soejono, SpPD-KGer, MEpid, FINASIM

Ketua Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam IV
Periode tahun 2008 – 2017 adalah dr. Arya Govinda Roosheroe, SpPD, FINASIM,

Ketua Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam V
Periode Tahun 2018-2021 dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD-KGer, FINASIM

Ketua Divisi Geriatri, KSM Ilmu Penyakit Dalam VI
Periode Tahun 2021-sekarang Dr. dr. Kuntjoro Harimurti, SpPD-KGer, MSc

Ketua Divisi  :
Dr. dr. Kuntjoro Harimurti, SpPD-KGer, MSc

Staf :
Dr.dr.Czeresna Heriawan Soejono SpPD, KGer,MPH, MEpid, FACP, FINASIM
Prof. Dr.dr.Siti Setiati, SpPD, KGer, MEpid,FINASIM
Dr. dr. Nina Kemala Sari,SpPD, KGer, MPH, FINASIM
dr. Arya Govinda Roosheroe, SpPD-KGer, FINASIM
dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD-KGer, FINASIM
Dr. dr. Kuntjoro Harimurti, SpPD-KGer, MSc,FINASIM
Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, SpPD-KGer,FINASIM
dr. Esthika Dewiasty, SpPD,MSc,FINASIM
dr. Noto Dwimartutie, SpPD-KGer,FINASIM
Dr. dr. Aulia Rizka, SpPD-KGer, Mpd.Ked, FINASIM
dr. Ika Fitriana, SpPD-KGer, FINASIM
dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, SpPD

Sekretariat :
Rahmi Istanti, SKM, MARS
Sri Herawati
Irwansyah, SE

Alamat Sekretariat :
Divisi Geriatri
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM
Jl. Diponegoro 71
Jakarta Pusat 10430
Email : geriatrirscm@gmail.com