Kardiologi

Saat ini Divisi Kardiologi bersama divisi lain dibawah Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM selalu menjalin kerjasama guna meningkatkan kemampuan dalam bidang pendidikan, pelayanan dan penelitian. Kerjasama juga dijalin dengan Departemen-Departemen lain di lingkungan FKUI/RSCM supaya dapat meningkatkan pelayanan terpadu untuk pasien.

Ketua Divisi
dr. Ika Prasetya Wijaya, SpPD-KKV, FINASIM
 
Staf
Prof. Dr. Yahya Kisyanto, PhD, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. Nurhay Abdurahman, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. DR. Dr. T. Santoso, SpPD-KKV, SpJP, FACC, FESC, FINASIM
Prof. Dr. Hanafi B. Trisnohadi, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. Dasnan Ismail, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. D. Manurung, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. Sjaharuddin Harun, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. Lukman Hakim M., SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD-KKV, FINASIM, FACC, FESC, FAPIC
dr. Marulam Panggabean, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
dr. dr. M. Yamin, SpJP(K), FIHA, FESC, FAPSIC
dr. Dono Antono, SpPD-KKV, FINASIM, FICA
dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM
dr. Eka Ginanjar, SpPD, FINASIM
dr. Muhadi, SpPD, FINASIM
dr. Lusiani Siregar, SpPD
dr. Rachmat Hamonangan Sirait, SpPD
dr. Birry Karim, SpPD
dr. Angga Pramudita Pudianto, Sp.PD
dr. Resultanti, Sp.PD
dr. Raden Fidiaji Hiltono Santoso, Sp.PD

Pendidikan Dokter Umum

Divisi Kardiologi sejalan dengan visi dan misi fakultas kedokteran universitas Indonesia, ikut serta dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran bertaraf internasional dan berbasis kompetensi  untuk menciptakan dokter yang dapat meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyatakat Indonesia.

Kegiatan pendidikan meliputi aktivitas di rawat jalan dan rawat iniap, ruang tindakan, diskusi topik dan  bimbingan materi.
 

Pendidikan Dokter Spesialis-1

Sejalan dengan visi dan misi Departemen Imu Penyakit Dalam, Divisi Kardiologi ikut serta  dalam menyelenggaranan pendidikan dokter spesialis penyakit dalam berstandar internasional untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengemban pelayanan kedokteran yang berbasis bukti dan profesional.

Kegiatan pendidikan meliputi kegiatan di poliklinik jantung, pusat jantung terpadu, rawat inap, iccu,tindakan invasif dan non-invasif serta supervisi poliklinik
 

Pendidikan Dokter Spesialis-2

Divisi Kardiologi ikut dalam menyelenggarakan program pendidikan jenjang lanjut setelah pendidikan dokter spesialis-1 penyakit dalam dalam bidang kekhususan jantung dan pembuluh darah. Program ini akan menghasilkan dokter penyakit dalam spesialis-2 yang mempunyai kompetensi klinik kekhusussan dan kemampuan akademik lanjut serta berkualitas sebagai seorang konsultan dan professional dalam bidang jantung dan pembuluh darah.
PELAYANAN
Non Invasif

Elektrokardiografi
Pemeriksaan EKG adalah salah satu pemeriksaan yang sangat penting di bidang kedokteran. EKG dapat menunjukkan aktivitas elektrik dan konduksi jantung secara umum dan dapat membantu diagnosis pada kondisi-kondisi penting (kegawatdaruratan) yang melibatkan jantung. 
Holter Monitoring Holter monitoring adalah sebuah mesin yang terus mencatat irama jantung anda selama 24 – 48 jam selama kegiatan normal untuk melihat perkembangan irama jantung abnormal yang mungkin tidak tertangkap dengan EKG.
Treadmill Test Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi apakah jantung Anda memiliki asupan darah dan oksigen dari sirkulasi saat terjadi stres fisik yang mungkin tidak muncul pada EKG saat istirahat.   Ekokardiografi Transtorakal Ekokardiografi transtorakal merupakan prosedur diagnostikdengan menempelkan transducer pada dinding dada yang menggunakan gelombang suara ultra untuk mengamati struktur jantung dan pembuluh darah, serta menilai fungsi jantung. 
Ekokardiografi Transesofageal Ekokardiografi transesofageal merupakan prosedur diagnostik menggunakan gelombang suara ultra untuk mengamati struktur jantung dan pembuluh darah serta menilai fungsi jantung dengan cara memasukkan transducer ke dalam kerongkongan. Jenis ekokardiografi ini diperlukan pada beberapa kondisi jantung untuk melihat bagian tertentu dari jantung dengan lebih jelas
Tes Dobutamin Stress Echocardiography Tes Dobutamin Stress Echocardiography pemeriksaan ekokardiografi dengan memberikan stres terhadap jantung dengan diberikan obat dobutamin yang dimasukkan melalui infus. Efek dobutamin akan membuat jantung bekerja lebih keras. Pemeriksaan ini untuk mendeteksi adanya penyempitan pembuluh koroner.
Ekokardiografi 3D Ekokardiografi 3D merupakan prosedur USG jantung untuk mengamati struktur jantung dari berbagai sudut sehingga mendapatkan gambaran struktur jantung dengan lebih jelas. Pemeriksaan ini sangat membantu terutama untuk penilaian penyakit katup jantung.
USG Doppler Vaskular USG doppler vaskular merupakan ultrasonografi yang dilengkapi dengan kemampuan mengenali aliran pembuluh darah. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk melihat kecukupan pasokan darah untuk organ-organ tertentu.  
Invasif
Angiografi Prosedur diagnosis menggunakan teknik pencitraan untuk memvisualisasikan isi rongga pembuluh darah pada organ-organ tubuh manusia. Prosedur menggunakan kontras yang dapat menyerap sinar X sehingga memungkinkan visualisasi dari pembuluh-pembuluh darah pada pemeriksaan radiografi. Prosedur dapat dilakukan pada pasien-pasien yang dicurigai mengalami gangguan pembuluh darah seperti pada penyakit jantung koroner, malformasi pembuluh darah bawaan, dan indikasi lainnya.
Angiografi Koroner Prosedur angiografi yang paling sering dilakukan, yaitu untuk memvisualisasikan pembuluh darah koroner pada jantung. Prosedur dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di paha atau lengan menuju ke pembuluh koroner di jantung untuk mengamati proses yang menyebabkan/berpotensi menyebabkan gangguan.   Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Prosedur minimal invasive yang dilakukan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner sehingga aliran darah menuju jaringan otot jantung dapat dikembalikan ke kondisi normal. Prosedur dilakukan menggunakan kateter memalui pembuluh darah di paha atau lengan menuju ke pembuluh darah koroner di jantung. Seperti pada angiografi, pemeriksa akan mencoba memvisualisasikan pembuluh darah koroner. Apabila ditemukan adanya sumbatan, kemudian dilakukan pembebasan subata menggunakan balon dan stent. Sampai saat ini prosedur PTCA masih memegan peranan penting dalam penatalaksanaan sindrom koroner akut.
Percutaneous Transluminal Angioplasty (PTA) Prosedur minimal invasif yang dilakukan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah tertentu. Prosedur dilakukan dengan memasukkan kateter dan balon melalui pembuluh darah menuju pembuluh darah yang membutuhkan intervensi dan memperbaiki aliran di dalamnya. Prosedur ini penting dalam penyelamatan organ salah satunya pada kondisi kaki diabetes di mana terdapat sumbatan pada tungkai yang menyebabkan kebutuhan oksigen jaringan di ujung pembuluh darah di kaki tidak tercukupi dan menyebabkan kematian jaringan
Studi Elektrofisiologi (EPS)  / Ablasi EPS merupakan prosedur diagnosis untuk mempelajari sistem elektrik dan konduksi pada jantung pasien. Prosedur dilakukan dengan memansang elektroda pada jantung melalui pembuluh darah dan memonitor aktivitas listrik di jantung. Pemeriksaan dilakukan pada pasien dengan gangguan irama jantung unutk mengivestigasi penyebab, lokasi dan penanganan terbaik. Dalam prosesnya, bila ditemukan sumber dari aktivitas elektrik abnormal yang diperkirakan merupakan penyebab dari aritmia, dapat dilakukan tindakan ablasi. Ablasi dilakukan menggunakan gelombang dengan radio frekuensi tinggi untuk mematikan sel-sel sumber aktivitas elektrik abnormal tersebut.
Terapi Stem Cell Stem cell merupakan sel awal yang dapat bertransformasi menjadi sel-sel tubuh lainnya. Sel-sel tersebuht berfungsi untuk membantu penyembuhan jaringyan yang rusak. Teori tersebut mendasari penggunaan stem cell pada jantung dalam kondisi terdapat kerusakan jaringan otot jantung seperti pada penyakit jantung koroner. Stem sel diharapkan dapat memulihkan jaringan yang rusak untuk mencegah kerusakan permanen  otot jantung yang dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung di kemudian hari.
Penutupan Atrial Septal Defect (ASD) Prosedur minimal invasive yang dilakukan untuk menutuf defek pada sekat serambi jantung. Pada saat dalam kandungan, terdapat lubang pada sekat serambi jantung yang seharusnya menutup saat bayi di lahirkan . Pada kondisi ASD, terjadi kegagalan proses sehingga lubang tetap terbuka. Kelainan ini membutuhkan penanganan karena  dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang . Prosedur dilakukan melalui pembuluh darah menggunakan alat yang disebut occluder yang berfungsi untuk menutup lubang tersebut, sehingga tidak dibutuhkan bedah terbuka.
Penutupan Ventricular Septal Defect (VSD) Prosedur minimal invasive yang dilakukan untuk menutup defek pada sekat bilik jantung. VSD merupakan kondisi kongenital di mana terdapat lubang pada sekat bilik jantung yang seharusnya tertutup. Kelainan ini paling sering ditemukan dan membutuhkan penangan karena dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang. Prosedur dilakukan melewati pembuluh darah dengan menggunakan alat yang disebut occluder yang berfungsi untuk menutup lubang tesebut, sehingga tidak dibutuhkan bedah terbuka.
Penutupan Patent Ductus Arteriosus (PDA) Prosedur minimal invasive yang dilakukan unutk menutup ductus arteriosus. Struktur yang menghubungkan pembuluh aorta dan paru.ini terdapat secara normal semasa bayi dalam kandungan dan seharusnya menutup pada saat anak dilahirkan. Namun pada kondisi ini, hubungan tersebut menetap dan dapat menimbulkan gejala. Dengan menggunakan terknik endovascular, perbaikan ductus arteriosus tidak membutuhkan bedah terbuka.
Embolisasi/Coiling Prosedur minimal invasif dengang membuat embolisasi yang akan menymbat pembuluh darah sehingga mematikan jaringan target yang diinginkan. Prosedur ini bisa dilakukan pada kasus perdarahan ataupun pertumbuhan abnormal jaringan seperti tumor.
Transcutaneous Endovascular Aneurysm Repair (TEVAR)
Prosedur minimal invasive yang dilakukan pada pasien dengan aneurisma (pelebaran) pembuluh aorta. Prosedur dilakukan dengan memasangkan stent melintasi bagian yang melebar dengan tujuan mencegah progresifitas dan menurunkan risiko pecahnya aorta.
Penutupan Left Atrial Appendages Prosedur minimal invasif yang dilakukan melalui pembuluh darah untuk menutup struktur yang disebut left atrial appendages yang terdapat pada serambi kiri jantung. Struktur ini bertanggungjawab pada banyak kasus stroke pada pasien dengan fibrilasi atrium. Prosedur dilakukan dengan menempatkan alat untuk menutupi struktur ini sehingga tidak terjadi gumpalan darah di dalamnya.
Klip Mitral Prosedur minimal invasive yang ditujukan untuk penderita regurgitasi katup mitral di mana lembar katuk tak mampu menahan aliran balik dari darah. Prosedur dilakukan melalui pembuluh darah dengan menjahit lembaran katup mitral untuk memperkuat struktur.
Balloon Miral Valvulotomy Prosedur kateterisasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi/menghilangkan gejala pada pasien dengan stenosis katup mitral jantung. Prosedur dilakukan melalui pembuluh darah dengan menggunakan balon untuk melebarkan penyempitan yang terjadi pada katup mitral.
Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)
Prosedur bedah minimal invasif melalui pembuluh darah untuk mengganti katup aorta di jantung tanpa mengambil katup lama yang telah rusak. Prosedur ini bermanfaat bagi pasien dengan kerusakan katup aorta yang berisiko tinggi bila dilakukan pembedaha terbuka.
Permanent Pacemaker Prosedur pemasangan alat pacu jantung buatan dengan tujuan mebgatur irama jantung pada pasien dengan gangguan irama jantung (aritmia) di mana denyut jantung lebih cepat ataupun lebih lambat daripada normal. Alat pacu jantung akan dihubungkan ke jantung untuk mengirimkan impuls serupa dengan impuls dalam jantung yang reguler.
Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) Prosedur pemasangan  alat yang mirip dengan alat pacu jantung namun lebih ditujukan pada pasien dengan kelemahan jantung yang menyebabkan inkoordinasi dari bilik pompa jantung. Alat berfungsi untuk menyamakan kontraksi di kedua bilik jantung sehingga dapat mengurangi/menghilangkan gejala kelemahan jantung.
Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) Prosedut pemasangan alat dalam tubuh yang berfungsi untuk mengatur irama jantung yang ireguler atau biasa disebut aritmia. Alat tersebut dihubungkan ke jantung dan akan mendeteksi adanya aritmia jantung yang berpotensi membahayakan. Alat kemudian akan memberikan aliran listrik ringan untuk mengembalikan jantung ke irama yang normal.

   
Fasilitas Pelayanan
1. Pemeriksaan Khusus
     • Ekokardiografi doppler
     • Ekokardiografi transesofagus
     • Ekokardiografi stres
     • Treadmil (uji beban jantung)
     • Monitor holter (melihat aritmia)
     • Elektrofisiologi
     • Pemeriksaan pacu jantung
     • Kateterisasi jantung : angiografi koroner, PCI, BMV, ASD/PDA closeru
     • Terapi stem sell pada penderitapenyakit jantung koroner
     • RCT
2. Perawatan
     • Rawat inap
     • Unit perawatan jantung intensif (ICCU)
3. Rehabilitasi Jantung
     Dilakukan bersama Yayasan Jantung Mas Isman dan Departemen Rehabilitasi Medik FKUI/RSCM
4. Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) dengan pelayanan yang sama, namun terintegrasi bersama Departemen Bedah FKUI/RSCM, Divisi Kardiologi Anak FKUI/RSCM, Departemen Anestesiologi FKUI/RSCM dan Departemen Rehabilitasi Medik FKUI/RSCM.
5. Pendidikan dan Penelitian :
     • Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
     • Pendidikan konsultan Kardiovaskular

Divisi Kardiologi
Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Jl. Diponegoro No. 71
Jakarta 10430

E-mail : div_kardiologi@yahoo.com

Pusat Jantung Terpadu
(Khusus Pelayanan Rawat Jalan / Inap)
Website Divisi Kardiologi :www.kardioipdrscm.com
Email:info@kardioipdrscm.com