Psikosomatik

 

Psikosomatik dan Paliatif Medik

Prof. Aulia memberi perhatian pada bidang ini dan berusaha mengembangkan konsep psikosomatik. Beliau menganjurkan agar dokter terutama di lingkungan bagian Ilmu Penyakit Dalam memperhatikan bidang ini. Psikosomatik sejak tahun 1957 menjadi Sub bagian Ilmu Penyakit Dalam yang dipimpin oleh dr. Sudarto Prayotno sampai meninggalnya tahun 1985.

 

Bagian Penyakit Dalam sering dikunjungi pasien dengan bermacam-macam keluhan dari berbagai organ tubuh yang secara kuantitas maupun kualitas tidak sebanding dengan apa yang didapatkan secara klinis, medis, internitis. Keluhan – keluhan pasien bisa berupa keluhan gastrointestinal, jantung, pernapasan, muskuloskeletal dan lain sebagainya. Pasien-pasien tersebut “mengembara” dari satu dokter ke lain dokter, beberapa dokter spesialis, dukun, sinse, tetapi tetap tidak sembuh, masih sakit.


Pasien berbeda pendapat dengan dokter, bila dikatakan tidak sakit atau sakit pikiran. Untuk menolong pasien-pasien ini, kira-kira tahun 60-an didirikan Bagian Psikosomatik oleh almarhum Prof. Aulia, yang kini menjadi Divisi Psikosomatik Bagian Ilmu Penyakit Dalam.


Pasien-pasien seperti di ataslah yang saat ini ditangani di Poliklinik Psikosomatik, yang kemudian ditatalaksana secara holistik dan paripurna.

 

Kemudian seiring dengan perkembangan, sesuai kebutuhan maka Psikosomatik diperluas menjadi Psikosomatik dan Paliatif Medik. Dimana Paliatif Adalah satu kesatuan dalam Psikosomatik, akan tetapi perlu digambarkan secara eksplisit. Banyak pasien paliatif yang perlu dianalisis secara psikosomatik. Sehingga tatalaksana pasien menjadi lebih komprehensif.

 

Divisi Psikosomatik Departemen Ilmu Penyakit Dalam sudah berdiri sejak tahun 1955, ketika Profesor Aulia menjadi Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Saat itu Divisi Psikosomatik melayani pasien yang menderita berbagai keluhan tanpa ada kelainan organik atau disebut kelainan fungsional dan kemudian dikenal sebagai gangguan Psikosomatik (Dispepsia fungsional, Irritable Bowel Syndrome, fibromyalgia, nyeri dada non-kardiak, kecemasan, depresi, dll). 

 

Selain melakukan pelayanan, divisi psikosomatik juga mengembangkan pendidikan dan melakukan penelitian sesuai dengan misi Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Beberapa studi dan penelitian dilakukan mencakup bidang Psiko-neuro-immuno-endokrinologi. 

 

Setelah kepemimpinan Prof Aulia berakhir, perkembangan divisi Psikosomatik dan Paliatif Medik berturut-turut diteruskan oleh dr. Sudarto Prayitno (1979-1985), dr. Dharsono Sukatman (1985-1989), dr. Sujana Budihalim (1990-1995), dr. E. Mudjaddid (1996-2008), dr Hamzah Shatri (2008-2011) dan dr. Rudi Putranto (2011-sekarang), dr. Edward Faisal (2020 – sekarang), dr. Vinandia Irvianita Poespitasari (2021 – sekarang).

 

Saat ini pelayanan bidang psikosomatik dan paliatif medik meliputi layanan poliklinik dan rawat inap. Untuk konsultasi di bidang psikosomatik dan paliatif medik meliputi tatalaksana gangguan psikosomatik, pemeriksaan fungsi otonom dengan HRV analyzer serta pelayanan unggulan berupa pelayanan paliatif yang terintegrasi.

Visi :
 Menjadi pusat pendidikan, pelayanan dan penelitian psikosomatik bertaraf Internasional

 Misi :
 1. Mewujudkan pusat studi Psikosomatik dan Paliatif Medik
 2. Mewujudkan kerjasama dengan pusat psikosomatik dunia (Jepang atau Jerman) serta Paliatif (Singapura, Malaysia, Taiwan)

STAF AKADEMIK

Dr. dr. Rudi Putranto, SpPD, Subs. PPM, MPH, FINASIM (Ketua Divisi)
Dr. dr. Hamzah Shatri, SpPD, Subs. PPM, M.Epid, FINASIM
Edward Faisal, SpPD, Subs. PPM, FINASIM
Vinandia Irvianita Poespitasari, SpPD, Subs. PPM


FASILITAS
  – Ruang rawat jalan
    – Ruang rawat inap
    – Perpustakaan
    – Ruang Pertemuan
    – Ruang Staf Akademik dan Administrasi

 KEGIATAN
    1. Pelayanan
    2. Pendidikan
    3. Penelitian

 Pelayanan
 • Rawat Jalan :
Meliputi pemeriksaan, pengobatan dan pemantauan penyakit psikosomatik termasuk konsultasi masalah:

  • Depresi
  • Dispepsia fungsional
  • Sindrom lelah kronis
  • Ansietas
  • Sindrom hiperventilasi
  • Nyeri psikogenik
  • Sindrom kolon iritabel
  • Penyakit jantung fungsional
  • Fibromialgia
  • Gangguan seksual
  • Gangguan makan
  • Gangguan tidur
  • Gangguan Fatigue
  • Neurosis kardiak
  • Tension Headache
  • Low Back Pain
  • Sindrom hiperventilasi
  • Penyalahgunaan Obat (NAPZA)
  • Pengobatan gangguan/keluhan yang bermacam-macam karena adanya gangguan ketidakseimbangan sistem saraf otonom
  • Mengatasi gejala pada pasien paliatif
  • Perawatan akhir hayat (End of life)















Kegiatan klinik Psikosomatik dan Paliatif Medik dilakukan setiap hari di Poliklinik Penyakit Dalam RSCM:

  • Pemeriksaan status psikis, psikometri dan pemeriksaan HRV.
  • Rawat Inap dan perawatan Paliatif di Gedung A RSCM dan RSCM Kencana
  • Pusat studi Psikosomatik dan Paliatif Medik serta Pelayanan Holistik

 Pendidikan
 • Pendidikan S1

Pendidikan S1 (Dokter Umum) untuk Divisi Psikosomatik dan Paliatif Medik masuk dalam bagian pendidikan Ilmu Penyakit Dalam yang meliputi diskusi topik, observasi keterampilan anamnesis, observasi keterampilan pemeriksaan jasmani, presentasi kasus, bed side teaching, diskusi kasus tanpa pasien, kerja poliklinik, kuliah mimbar, dan problem based learning.

 • Pendidikan Spesialis Penyakit Dalam

Peserta Program Studi Ilmu Penyakit Dalam akan melaksanakan stase di Divisi Psikosomatik dan Paliatif Medik selama 8 minggu. Program yang harus diikuti peserta didik meliputi kuliah mimbar, kerja di poliklinik, laporan kasus baru, journal reading, referat, ronde bangsal, diskusi kasus sulit dan secara bergilir melakukan pendekatan psikosomatik terhadap pasien-pasien di Poliklinik (Termasuk Poliklinik Penyakit Dalam bidang lain, Radioterapi) dan melakukan penelitian bidang Psikosomatik.

 

Kegiatan rutin belajar mengajar, meliputi:
 1. Ronde ruangan
 2. Pendalaman diagnosis
 3. Acara ilmiah
 4. Presentasi kasus sulit dan diskusi pasien baru
 5. Journal reading
 6. Tugas baca dan referat
 7. Penyuluhan (terapi kelompok)
 8. Penelitian

 • Pendidikan SpII (Sub Spesialis Psikosomatik dan Paliatif Medik)

Pendidikan SpII-Konsultan Psikosomatik dan Paliatif Medik berlangsung selama 4 semester yang terbagi atas 3 tahap. Tahap I berlangsung selama 6 bulan, berisi pendidikan filsafat ilmu pengetahuan, biologi molekuler, farmakologi klinik, metodologi penelitian, biostatistik, etika profesi, ilmu penyakit dalam dasar, kegawatdaruratan medik. Tahap II berlangsung selama 6 bulan, merupakan pendidikan kekhususan di Divisi Psikosomatik. Pada tahap ini, peserta didik akan bekerja di poliklinik, ruang rawat inap, dan menjawab konsul dari divisi atau departemen lain, membimbing peserta Sp1.


Kegiatan akademik di Divisi Psikosomatik meliputi journal reading, referat, presentasi kasus, ronde bangsal. Tahap III berlangsung selama 1 semester, yaitu Penelitian. Penelitian peserta didik sudah dimulai sejak semester II, sehingga pada akhir semester IV (Tahap III) penelitian dan laporan penelitian sudah selesai dan peserta didik dapat langsung mengikuti ujian. Ujian peserta pendidikan SpII-Konsultan Psikosomatik dan Paliatif Medik terdiri dari ujian tulis dan ujian tesis.