Antisipasi Dampak Penyakit Selama Kemarau

Penyakit yang akan meningkat selama Kemarau ditengah masyarakat adalah Diare dan Infeksi Saluran Nafas Atas. Hal ini karena terjadi karena udara yang panas akan membuat kita cenderung untuk berkeringat selain itu kemarau juga menyebabkan sumber air bersih juga berkurang. Selain itu saat kemarau lingkungan cenderung tidak sehat, debu dan asap yang akan merangsang terjadinya iritasi saluran pernafasan atas dan berlanjut menjadi infeksi saluran pernafasan atas. Keterbatasan air bersih membuat asupan air  juga menurun, jika minum dibatasi inipun juga akan merangsang terjadinya iritasi saluran pernafasan atas. Selain itu udara yang panas membuat kita cenderung untuk mengkonsumsi air dingin/es, dan kondisi inipun akan merangsang iritasi yang terjadi pada saluran pernafasan atas dan menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.

Ada  beberapa hal yang dapat kita lakukan akan kita terhindar dari infeksi saluran nafas atas.  Upaya pencegahan menghindari terpapar dengan udara langsung, tetap mempertahankan tetap banyak minum dan tentu tidak minum air es sehingga saluran pernafasan atas tidak kering dan tidak teriritasi.

Selain itu, air bersih yang terbatas membuat lingkungan menjadi relative lebih kotor, masyarakat membatasi sekali untuk menggunakan air bersih. Kondisi lingkungan yang kotor akan membuat lalat menjadi lebih banyak. Makanan dan minuman menjadi mudah tercemar. Apabila kondisi ini terjadi maka angka kejadian diare akan meningkat. Penelitian-penelitian di masyarakat menunjukkan bahwa terbatasnya air bersih merupakan salah satu factor utama penyebab meningkatnya kejadian diare. Oleh karena ini kemungkinan peningkatan kasus diare harus diantisipasi terutama oleh Puskesmas khususnya pada wilayah-wilayah dimana masyarakatnya mengalami krisis air bersih.

Jika mengalami diare maka yang harus dicegah adalah orang yang mengalami diare tersebut tidak jatuh kedalam keadaan kekurangan cairan dan elektrolit. Kekurangan cairan dan elektrolit jika tidak terdeteksi dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi yang lanjut seperti gangguan fungsi ginjal sampai menyebabkan kematian.

Cairan yang mengandung elektrolit seperti oralit sebaiknya segera harus diberikan dan disesuaikan dengan jumlah atau banyaknya feses cair yang dikeluarkan. Jika kondisi dehidrasi cukup berat atau pasien tidak bisa menkonsumsi minuman akibat mual dan muntahnya maka pasien perlu perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi.

Obat-obatan yang diberikan adalah obat anti diare untuk memberhentikan diare, antibiotika untuk membunuh kuman penyebab diare tersebut. Walau sebenarnya tidak semua diare tersebut karena infeksi oleh karena itu tidak semua diare tersebut perlu antibiotika. Obat obat lain juga kadang kala diperlukan untuk mengurangi gejala-gejala tambahan pada penderita diare tersebut. Gejala-gejala tambahan tersebut bisa diatasi dengan obat-obatan misalnya jika terjadi demam diberikan obat penurun panas, jika mual sampai muntah dapat diberikan obat anti muntah. Jika terjadi mules kadang kala diberikan obat anti kejang usus (antispasmodik). Obat anti diare harus diberikan dengan bijaksana jika berlanjut harus segera mencari pertolongan medis.

Selain itu langkah pencegahan diare harus dilakukan antara lain masyarakat harus pandai-pandai memilih makanan dan minuman. Kita musti memperhatikan bahwa kondisi lingkungan sekitar tempat makanan dan minuman dihidangi tersebut banyak ditemukan lalat atau tidak. Banyaknya lalat bahkan adanya kecoa pada satu tempat merupakan suatu tanda bahwa makanan dan minuman yang akan kita konsumsi tersebut sudah tercemar atau tidak.

Mudah2an bermanfaat,

Salam Sehat,
Dr.dr.Ari F Syam SpPD-kGEH,MMB,FINASIM,FACP.
Praktisi klinis

You may also like...