Manfaat Imunisasi Pada Orang Dewasa

Samsuridjal Djauzi

Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, Jakarta


Manfaat imunisasi pada anak telah diyakini dapat mencegah penularan berbagai penyakit infeksi. Pemerintah telah melaksanakan program imunisasi pada anak pada tingkat pelayanan primer. Namun demikian manfaat imunisasi pada orang dewasa belum sepenuhnya diyakini oleh petugas kesehatan apalagi oleh orang awam. Padahal American Society of Internal Medicine dalam pertemuan tahunannya di Atlanta, Amerika Serikat menegaskan kembali bahwa imunisasi pada orang dewasa dapat mencegah kematian sepuluh kali lipat dibandingkan dengan anak. Jadi terdapat peluang besar untuk mencegah kematian pada orang dewasa melalui imunisasi.
    Dalam mendukung Indonesia sehat 2010 kegiatan pencegahan penyakit termasuk imunisasi merupakan upaya penting. Sejalan dengan keberhasilan imunisasi pada anak maka imunisasi pada orang dewasa perlu digalakkan. Untuk itu diperlukan pemahaman petugas kesehatan, masyarakat tentang manfaat imunisasi dewasa. Perlu disediakan layanan imunisasi dewasa yang merata serta terjangkau. Juga dukungan pembiayaan dari asuransi akan sangat mendorong kegiatan imunisasi pada orang dewasa.
    Indikasi imunisasi pada orang dewasa didasarkan pada riwayat paparan, risiko penularan, usia lanjut, imunokompromais dan rencana bepergian. Penggunaan imunisasi influenza dan pnemokok pada usia lanjut di Amerika Serikat telah dijadikan program pemerintah karena secara nyata program ini dapat menurunkan angka kematian dan risiko perawatan di rumah sakit. Badan Kesehatan Sedunia (WHO) telah menetapkan wisatawan yang akan bepergian ke Afrika Selatan perlu mendapat vaksin Yelow fever. Risiko penularan Hepatitis B di kalangan petugas kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien jauh lebih tinggi sehingga petugas kesehatan ini perlu dilindungi dari penularan Hepatitis B dengan imunisasi.  Data mengenai efektivitas vaksin di Indonesia masih amat terbatas. Di Amerika Serikat perkiraan efektivitas penggunaan vaksin pada orang dewasa dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Perkiraan Efektivitas dan Penggunaan Vaksin

 

Demam tifoid masih merupakan penyakit infeksi yang menonjol di Indonesia. Pencegahan penyakit infeksi ini dapat dilakukan dengan meningkatkan keadaan sanitasi lingkungan dan imunisasi. Penelitian mengenai imunisasi vaskin Tifoid suntikan (Typhm Vi) di Nepal dapat dilihat pada    tabel 2.

Tabel 2. Efektivitas Vaksin Tifoid setelah 20 bulan Suntikan di Nepal

Sedangkan Quraishi H, dkk  mendapatkan pada 2070 jemaah haji Pakistan tahun 1999, 54 % diantaranya mendapat vaksinasi influenza. Pengamatan selama 33 hari menunjukkan kelompok yang divaksinasi mengalami penyakit yang menyerupai influenza sebanyak 34% sedangkan yang tidak divaksinasi  64%. Penggunaan antibiotik pada kelompok yang divaksinasi juga lebih rendah (18%) dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi (41%).
Efektivitas vaksin influenza pada pasien yang dirawat di rumah sakit maupun yang berobat jalan dapat dilihat pada tabel 3.
 
Tabel 3. Pencegahan influenza pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan berobat jalan


CL, confidence interval

Peran Dokter
    Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi pada orang dewasa ternyata perqan dokter jauh lebih penting dibandingkan dengan berbagai upaya lain seperti hasil penelitian di Australia yang dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1. Faktor yang mempengaruhi orang melaksanakan vaksinasi

Meski manfaat imunisasi pada orang dewasa nyata namun kegiatan imunisasi dewasa di Indonesia masih pada tahap awal. Diharapkan di masa depan kegiatan imunisasi dewasa dapat menyusul imunisasi pada anak dalam mencapai Indonesia sehat 2010

You may also like...