Manfaatkan Euphoria untuk kebangkitan Bangsa

Manfaatkan  Euphoria untuk kebangkitan Bangsa.

Ari Fahrial Syam

-Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

Saat ini kita semua seperti tersihir dengan penampilan Timnas Sepak Bola kita, mulai dari penyisihan dan sampai babak semifinal Timnas kita selalu menang. Hampir semua kalangan berubah menjadi  seolah-olah suka menonton sepak bola. Berbagai kalangan mulai  rakyat jelata, para professional, pejabat negara, para politisi dan tak ketinggalan presiden dan ibu negara turut berbangga atas prestasi  timnas ini dan menjadi saksi langsung di lapangan sepak bola Gelora Bung Karno  untuk menyaksikan kehebatan timnas ini. Saya sendiri menjadi saksi langsung di Gelora Bung Karno baik saat babak penyisihan maupun pada babak semifinal akan keberhasilan Timnas ini.   Media massa dan media cetak pun tak ketinggalan menjadikan keberhasilan timnas ini menjadi berita utama. Bahkan para anggota keluarga dari anggota timnas menjadi sasaran berita, sebagaian dari   mereka menjadi selebritis dadakan. Euphoria adalah kata yang tepat digunakan untuk menunjukkan betapa kita semua tersihir  atas prestasi  timnas sepak bola ini dan pada akhirnya demi euphoria masyarakat rela berkorban untuk menunjukkan euphoria tersebut.

Euphoria sendiri dari sudut kesehatan mental merupakan suatu hal yang positif. Euphoria adalah merupakan bentuk rasa senang  dan orang yang mengalami euphoria  secara kejiwaan berada dalam keadaan baik. Euphoria ini bisa membuat kita lupa sesaat akan berbagai permasalahan yang menekan. Rasa senang  akan keberhasilan merupakan faktor kejiwaan yang positif. Rasa euphoria inilah yang sering diharapakan para pemakai Narkoba  untuk melupakan permasalahan yang dialami pemakai narkoba tersebut. Euphoria timbul karena adanya pelepasan hormon endorphin (morfin endogen). Endorphin biasanya dilepaskan saat kita berolahraga, kegembiraan, mengkonsumsi makanan yang pedas, perasaan cinta dan orgasme. Endorphin akan bekerja seperti opiod  yaitu sebagai penghilang rasa sakit dan menimbulkan rasa senang. Makin kita tereksitasi terhadap euophoria ini misal dengan tertawa terbahak-bahak membuat pelepasan endorphin ini semakin banyak.  Euphoria juga membuat orang  rela menghabiskan koceknya untuk membeli berbagai atribut dan juga membeli tiket untuk menonton di gelora Bung Karno bahkan untuk turut hadir di Stadiun Nasional Bukit Jalil Malaysia.

Kenapa euphoria tersebut bisa terjadi secara masif? Keberhasilan timnas saat ini merupakan  penghibur ditengah-tengah kedukaan yang sedang  terjadi yang melanda bangsa kita. Saat ini bencana alam secara berturut-turut melanda bangsa kita mulai dari  banjir bandang di Wasior Papua, Tsunami di Mentawai serta meletusnya gunung  Merapi , bahkan meletusnya gunung  Bromo yang saat ini masih berlangsung. Belum lagi kekecewaan terhadapat berbagai hal yang terjadi ditengah masyarakat terhadapat tingkah laku para politisi dan pejabat negara baik pusat maupun daerah.  Dari sudut oleh raga kita sepi prestasi dan hampir tidak ada kebanggaan kita atas tim olah raga kita. Prestasi di Asian Games baru lalu menunjukkan bahwa ternyata kita tida bisa menjadi 10 besar terbaik di Asia.    Bulutangkis yang diharapkan bangkit ternyata juga belum bangkit-bangkit. Hal ini yang memang akhirnya membuat euphoria masif ini terjadi ketika melihat ada harapan besar dari timnas sepakbola menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Tetapi sayang ternyata euphoria  masif ini dilihat dengan jeli dan dimanfaatkan oleh pengusaha, penguasa, PSSI dan para  politikus. Euforia inipun telah dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengusaha kaus  dan asesoris lain yang memanfaatkan euphoria para supporter timnas ini untuk memiliki atribut yang menunjukkan mereka menjadi fans timnas. Berbagai atribut sebagian besar dengan warna dasar merah disertai lambang garuda atau tulisan Indonesia  dicari-cari orang. Saat ini gelora Bung Karno menjadi pasar kaget tempat penjualan berbagai barang terutama kaus dengan atribut  lambang burung Garuda dan Indonesia. Hampir semua pasar yang kebetulan kami amati dan termasuk juga beberapa kota besar di pulau jawa termasuk Bandung para pedagang  menjual kaus dan atribut terutama anak-anak. Masyarakat pembeli baik dengan rela maupun termasuk akan berusaha mengeluarkan rupiahnya untuk mendapatkan kaus dan atribut tersebut terutama untuk anak-anak mereka.

Para politisipun memanfaatkan euphoria masyarakat ini dengan sebaik-baiknya seolah-olah merekalah yang paling berjasa atas keberhasilan ini. PSSIpun tidak kehabisan akal untuk menaikkan tiket pertandingan baik pada saat semifinal maupun final. Bahkan  untuk final tiket VVIP sampai mencapai 1 juta rupiah. Walau karena tekanan dari masayrakat termasuk Pak SBY juga respon akan mahalnya  akhrinya PSSI menurunkan tiket murahnya Rp.75.000 menjadi Rp. 50.000. PSSI nampaknya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini untuk mengeruk keuntungan. Disisi lain proses penjualan tidak didesign dengan sebaik-baiknya sehingga selalu menimbulkan kekacauan.  Pengorbanan masyarakat yang sedang euphoria tersebut  dengan mengantri berjam-jam bahkan sampai bermalam di Gelora Bung Karno  untuk mendapat tiket terutama tiket final selalu berujung pada kekacauan. Ini menunjukkan  ketidaksiapan  panitia penyelenggara dan petugas untuk mengantisipasi masyarakat yang ingin mendapatkan tiket pertandingan untuk melihat Timnas kebanggaannya saat ini.

Euphoria yang terlalu berlebihan juga bisa menyebabkan seseorang menjadi sensitif, hiperaktif dan gelisah. Keberhasilan melihat kesuksesan timnas yang selalu menang mulai dari babak penyisihan dan sampai di final bisa menjadi obat bagi orang sedang mengalami kegagalan dan kekecewaan terhadapat sesuatu atau bahka depresi karena kesuksesan tidak pernah hadir pada dirinya. Tetapi keberhasilan timnas saat ini menjadi bukti bahwa ada harapan jika kita melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh.  Euphoria yang sedang terjadi saat ini merupakan bagian dari kerinduan yang sangat akan adanya suatu keberhasilan dan tentu euphoria ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bahwa keberhasilan itu bisa terwujud jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Kita semua menjadi saksi bahwa olah raga dalam hal ini sepak bola telah membuat bangsa ini bersatu dan mempunyai harapan yang sama Timnas sepak bola  bisa menang dan juara.  Harapan ini tentunya bisa menjadi energy positif bagi bangsa ini untuk melihat kebangkitan bangsa ini dari semua bidang dimasa depan. Untuk PSSI, pengusaha, penguasa dan politikus bola ditangan anda untuk memanfaatkan euphoria ini untuk kepentingan kebangkitan bangsa ini.

Hidup Indonesia.

sumber: http://staff.blog.ui.ac.id/ari.fahrial/

You may also like...