Segera Lupakan Kegagalan Timnas

Stadion Jaka Baring, Puncak, Kampus UI Depok dan Senayan serta beberapa tempat venue Sea Games ke 26 menjadi saksi kebangkitan olah raga Indonesia. Kebangkitan olah raga Indonesia paling tidak untuk wilayah Asia Tenggara sudah mulai tampak di awal saat Sea Games berlangsung dan tampak semakin jelas setelah duta-duta olahraga Indonesia mencapai prestasi luar biasa dengan meraih lebih dari 150 emas.

Final sepak bola, dimana Timnas gagal mengalahkan Malaysia menjadi antic limaks atas prestasi Indonesia yang telah meraih lebih dari 150 emas di Sea Games kali ini. Kita semua menjadi saksi bahwa Timnas telah berjuang dengan sekuat tenaga tapi tampaknya keberuntungan belum ada dipihak Indonesia sehingga keberhasilan menjadi juara umum menjadi hampa tanpa emas di Sepak Bola. Kegagalan Indonesia menghantam Malaysia menunjukkan bahwa Sepak Bola kita selalu gagal menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Lupakan ketidak berhasilan Timnas malam ini karena secara keseluruhan olah raga kita sedang Bangkit dengan prestasi meraih emas lebih dari 150 buah tersebut. Hikmah dari kegagalan Timnas juga menjadi hikmah bagi para petinggi olah raga agar tidak besar kepala karena walaupun begitu banyak emas yang didulang tetapi tetap kita tidak berhasil meraih emas di cabang sepak bola cabang yang begitu dicintai rakyat dan bangsa Indonesia.

Mudah-mudahan kekecewaan para pencinta sepak bola Indonesia hanya sesaat karena secara keseluruhan “ketidak beruntungan” saja yang membuat kita gagal meraih kemenangan di cabang Sepak Bola.

Kekecewaan  merupakan faktor yang dapat  membuat seseorang secara psikologis menjadi terganggu dan tidak menjadi kita, tidak bias tidur nyenyak malam ini. Kekecewaan yang terus menerus terjadi pada akhirnya akan membuat seseorang menjadi terganggu jiwanya.

Kekecewaan terhadap kegagalan tim sepak bola menjadi terbaik di Asia Tenggara apalagi dikalahkan dengan Malaysia bias menyebabkan tambahan stress jika hal ini terus dipikirkan. Kekecewaan yang terus menerus tersebut tentu akan menyebabkan gangguan jiwa berupa gangguan psikosomatik. Pasien dengan gangguan psikosomatik biasanya muncul dengan keluhan-keluhan fisik yang dianggap oleh pasien benar-benar gangguan fisik. Tetapi sebenarnya gangguan fisik yang muncul tersebut terjadi karena gangguan psikis. Berbagai keluhan yang dapat timbul saat seseorang mengalami gangguan psikosomatik, antara lain sakit kepala, pusing melayang, jantung berdebar-debar, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung, otot terasakaku, serta banyak keringat terutama pada ujung-ujung jari tangan dan kaki. Pasien dengan gangguan  psikosomatik juga akan merasakan gatal-gatal pada kulit tanpa sebab yang jelas, nyeri dada, nyeri ulu hati, mual, perut kembung dan begah, serta diare.

Lupakan kegagalan Timnas ini dan lihat prestasi cabang-cabang lain dimana kita berhasil kembali meraih Gelar “JuaraUmum” pertandingan multi event di Asia Tenggara. Jangan sampai kekalahan ini kita terus sesali karena tentu bias menimbulkan stress dan mengganggu pikiran kita.

HIDUP INDONESIA.

You may also like...