September is Lymphoma Non Hodgkin Awareness Month

Edukasi mengenal DLBCL (Diffuse Large B-Cell Lymphoma)…
Lymphoma Non Hodgkin adalah salah satu keganasan di bidang hematologi yang berasal dari limfosit. Limfosit pada umumnya bertempat tinggal di kelenjar getah benih/ kgb (nodal) walaupun bisa juga di organ lain, seperti: liver, limpa, tulang, tonsil, usus, sinus di wajah, bahkan di otak (extra-nodal).

DLBCL merupakan salah satu subtype lymphoma non hodgkin yang paling sering ditemukan (data di luar negri 30%-40%; bahkan di jakarta bisa mencapai 70%), bersifat agresif dimana tumbuhnya cepat. Lebih dari separuh pasien-pasien DLBCL berusia >=60 tahun saat pertama kali terdiagnosis. Gejala klinis: pembesaran kgb (nodal) di leher, ketiak, abdominal (rongga perut), atau lipat paha; bisa juga terjadi pembesaran extra-nodal seperti: pembesaran liver atau limpa, massa tumor di sinus wajah, usus, tonsil, bahkan di dalam otak. Bisa disertai demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.

Untuk menegakkan diagnosis lymphoma dokter akan melakukan biopsi eksisional lalu melakukan pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia. Sebelum memulai pengobatan dokter akan melakukan staging dengan cara melakukan pemeriksaan pencitraan, seperti: ro thoraks, usg, ct scan, atau bahkan pet scan dan Bone Marrow Puncture (BMP) untuk memeriksa sitomorfologi dan biopsi mencari sel-sel lymphoma di sumsum tulang, sesuai kemampuan dan ketersediaannya di centre lymphoma masing-masing. Pemeriksaan lainnya yang diperlukan adalah: laboratorium darah, elektrokardiogafi, dan Echokardiografi.

Pengobatan utama DLBCL pada umumnya adalah kemoterapi lini pertama R-CHOP, sekitar 60%-70% responnya baik; apabila refractory (kebal)/ relapsed (kambuh) masih ada kemoterapi lini kedua (apabila sensitif bisa dilanjutkan high dose therapy + autologous stem cell transplantation jika centre lymphoma memiliki fasilitas transplantasi), kemoterapi lini ketiga dan seterusnya.

Walaupun respon DLBCL thd kemoterapi R-CHOP baik, namun efek samping kemoterapi yang bisa muncul: mual dan muntah, diare atau susah bab, sariawan, rambut rontok (alopecia), kebas/ kesemutan, leukopenia (kadar leukosit atau sel darah putih yg rendah) yang bisa menyebabkan febril neutropenia (demam akibat kadar neutrofil leukosit yg rendah) yg mrpk salah satu kegawatan di bidang onkologi.

Apabila anda memiliki gejala dan tanda ke arah Lymphoma Non Hodgkin subtype DLBCL, konsultasikan kpd dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi-Onkologi Medik (dr. SpPD-KHOM).

You may also like...