Sekilas Tentang COVID-19

COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) adalah suatu penyakit saluran nafas akut yg disebabkan oleh SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus-2).
Manifestasi klinis COVID-19 bervariasi mulai dari yang tidak bergejala dan gejala ringan sd sedang (80% kasus), gejala berat (15% kasus), bahkan kritis (5% kasus). Gejala klinis COVID-19 yang paling sering ditemukan: demam, batuk, nyeri otot, fatigue, rasa tidak enak di badan; bisa disertai mual, tidak selera makan, anosmia, dan diare. Apabila dlm 1 minggu tidak perbaikan gejala klinis makin memberat maka timbul keluhan sesak nafas. Selain sesak nafas, gejala yang berat ditandai oleh: frekwensi nafas >30x/menit, saturasi oksigen <93%, atau lesi GGO (Ground Glass Opacities >50% paru paru dari ro thoraks atau ct scan thoraks.

Apabila seseorang swab+ COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah: pengobatan apabila dibutuhkan simtomatik dan multivitamin. Apabila gejala sedang yang ditandai oleh demam berkepanjangan, batuk yang semakin hebat, atau tidak ada masukan makan boleh rawat inap di rumah sakit: pengobatan infus, antivirus, antikoagulan profilaksis, simtomatik, dan multivitamin. Apabila timbul gejala berat maka sebaiknya rawat inap di rumah sakit: pengobatan infus, suplementasi oksigen, antivirus remdesivir, antibiotika jika ada infeksi sekunder, dexamethason 6 mg 1×1 injeksi, antikoagulan profilaksis, simtomatik, dan multivitamin; berdasarkan data penelitian yang ada antivirus remdesivir bisa membantu mengurangi keluhan dan memperpendek lama rawat sedangkan dexamethasone bisa menurunkan mortalitas pada kondisi pneumonia berat akibat COVID-19 yang membutuhkan suplementasi oksigen; apabila gejala menetap bahkan memberat Tim Medis akan menilai apakah perlu modalitas pengobatan tambahan seperti: anti IL-6, plasma konvalesen, dll. Apabila gejala kritis maka pasien perlu perawatan di ICU.

Penularan COVID-19 terjadi bila orang sehat kontak erat dengan pasien COVID-19 atau terpapar virus corona saat pasien COVID-19 batuk, bersin, atau berbicara misalnya saat makan bersama di satu ruangan. Kita bisa berperan masing-masing mencegah penularan COVID-19 dengan cara 6M, yaitu: memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, mengurangi Mobilitas, dan menghindari Makan bersama. Selain itu kita juga bisa melakukan contact tracing apabila ada kemungkinan terpapar, melaksanakan program vaksinasi, serta membantu memantau dan memenuhi kebutuhan pokok tetangga, rekan, atau keluarga yang isolasi mandiri secara gotong royong.

Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan memberikan nikmat sehat dan fit di era pandemi COVID-19 serta kita berdoa agar pasien-pasien COVID-19 bisa pulih dan sehat sediakala. Amin Ya Rabb…

Ct scan thoraks menunjukkan lesi GGO (Ground Glass Opacities) >50% paru paru pada Pneumonia berat COVID-19

Ct scan thoraks menunjukkan lesi GGO (Ground Glass Opacities) >50% paru paru pada Pneumonia berat COVID-19

 

Ro thoraks menunjukkan infiltrat kedua paru paru yang merupakan tanda Pneumonia

Ro thoraks menunjukkan infiltrat kedua paru paru yang merupakan tanda Pneumonia

 

Prisma manifestasi klinis COVID-19

Prisma manifestasi klinis COVID-19

Sumber: Dr.dr. Wulyo Rajabato, SpPD, KHOM

You may also like...